Available Space[468x60]
Breaking News
Loading...
Sabtu, 06 September 2014

Kurikulum 2013 Bisa Menarik Kalau Gurunya Bagus

Kurikulum 2013 Bisa Menarik Kalau Gurunya Bagus - Kurikulum baru yang dipakai di Indonesia untuk menyambut tahun ajaran baru 2014/2015 berbeda dengan kurikulum yang lama. Kurikulum yang baru atau yang sering disebut dengan Kurikulum 2013 ini dalam prakteknya lebih banyak memberikan ruang pada siswa untuk lebih aktif. Jika yang lama masih dengan metode klasikal, yang baru ini akan sering memberi pengalaman kepada siswa.

Info Guru Terbaru
Info Guru Terbaru

Begitu bagusnya kurikulum ini sehingga akan sangat disayangkan jika Guru yang memberi materi tidak menarik atau kurang kreatif. Karena berhasil atau tidaknya kurikulum ini akan sangat bergantung kepada Guru yang langsung berhadapan dengan siswa. Ketika Guru mengajar dengan kreatif dan menarik, tentu para siswa juga akan sangat menikmatinya yang pada akhirnya akan membuat siswa menjadi lebih aktif.

"Kurikulum ini berbasis pada kurikulum berstandar internasional. Tematik integratif. Kalau gurunya bagus, ini sangat menarik", kata Darmaningtyas yang InfoGuruTerbaru kutip dari portal berita Medan Bisnis (27/08/2014).

Selain siswa yang dituntut untuk lebih aktif, dalam metode K-13 ini Guru juga dharuskan agar lebih aktif. Dalam artian Guru harus pandai-pandai mencari cara kreatif untuk menyampaikan materi kepada peserta didik. Apalagi pada jenjang tingkat dasar, sangat disarankan harus bisa membuat anak didik untuk lebih tertarik terhadap materi. Masalahnya adalah sangat jarang sekali ada Guru yang kreatif dan menarik seperti yang diharapkan Kurikulum 2013 ini.

"Kalau guru-guru pulang sekolah terus nonton sinetron, ya nggak akan bisa pakai kurikulum ini. Dan rata-rata guru-guru kita seperti itu. Tidak mengeksplor pengetahuannya lagi," jelas Darmaningtyas.

Menurutnya, Kurikulum ini baik dan cocok untuk sekolah yang sudah mempunyai sarana dan prasarana yang sudah lengkap. Dengan kata lain sekolah dengan level menengah ke atas. Untuk sekolah yang masih dai bawah, akan mengalami banyak kendala dalam menerapkan Kurikulum 2013 ini. Bisa dikatakan Kurikulum ini cocok untuk daerah perkotaan, untuk daerah pedesaan atau pedalaman masih berat. Untuk daerah pedalaman seperti misalnya di Papua masih cocok menggunakan Kurikulum yang lama yaitu KTSP.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Toggle Footer