Perbedaan Sistem Pendidikan Finlandia dan Indonesia [2] - Pemerintah Indonesia sedang gencar-gencar nya mensukseskan Kurikulum yang baru pada sistem pendidikannya. Dari yang dulunya menggunakan sistem KTSP untuk tahun ajaran ini menggunakan Kurikulum yang baru yang disebut dengan Kurikulum 13. Ada perbedaan yang signifikan antara KTSP dengan K-13. Perbedaan yang paling menonjol adalah apabila pada kurikulum KTSP masih menggunakan metode ceramah secara keseluruhan. Namun untuk Kurikulum 2013 ini siswa diberikan banyak ruang untuk melakukan eksplorasi serta banyak melakukan praktikum.
![]() |
| Perbedaan Sistem Pendidikan Finlandia dan Indonesia |
Tentu dengan sistem yang baru ini diharapkan bisa menghasilkan output yang sangat memuaskan. Namun meskipun sistem tersebut bagus, jika tidak ditunjang dengan SDM dan SDA yang mumpuni pasti tidak akan bisa menghasilkan produk yang baik. Sampai saat ini untuk negara yang dijadikan acuan sebagai negara dengan sistem pendidikan yang terbaik adalah Finlandia. Mungkin saja kedepannya sistem pendidikan yang baru ini arahnya akan menuju kepada sistem yang dipakai oleh negara maju. Sebagai perbandingan di bawah ini adalah beberapa Perbedaan Sistem Pendidikan Finlandia dan Indonesia.
Perbedaan Sistem Pendidikan Finlandia dan Indonesia
- Setiap pelajar diberi otonomi khusus untuk menentukan jadwal ujiannya untuk mata pelajaran yang menurutnya sudah dia kuasai. Berbeda dengan di Indonesia, setiap pelajar diberi materi secara paket, siap atau tidak siap siswa wajib mengikuti ulangan dan ujian bersama, Hal ini tidak menghargai kemampuan siswa siswi yang berbeda tingkat IQ dan EQ nya.
- Satu orang guru (gelar s2) bertindak sebagai guru mata pelajaran sedangkan satu orang lagi (gelar s1) menjadi pengawas dan pembimbing setiap siswa dalam memahami setiap bidang studi dan mendampingi anak secara individual apabila mengalami kendala saat proses belajar berlangsung. Berbeda dengan di Indonesia, guru di Indonesia masih berpendidikan S1 bahkan ada guru dipelosok atau di daerah-daerah yang masih lulusan SMA saja yang mengajar di SD atau di SMP, karena tidak banyaknya guru yang mau mengabdikan diri dipedesaan-pedesaan atau mahalnya pendidikan di perguruan tinggi di Indonesia, belum lagi antara guru yang satu dengan guru yang lain tidak mau saling menggurui, tidak banyak yang bisa diajak bekerja sama sehingga pendidikan di Indonesia masih menggunakan system suka-suka guru sendiri saja. Menurut cerita para pakar pendidikan di Finlandia itu guru adalah orang-rang pilihan, mereka direkrut dari mahasiswa-mahasiswa yang berprestasi dalam belajarnya, tidak seperti di Indonesia, yang menjadi guru adalah orang-orang yang sekolahnya di SMA hanya nilai yang pas-pasan. Inilah factor yang membuat pendidikan di Indonesia itu kualitasnya menurun.
- Setiap kecakapan dan keterampilan dibidang tertentu yang dimiliki oleh setiap siswa (extrakurikuler), bila sudah merasa mampu bisa mengusulkan diri untuk di uji. Di Indonesia matapelajaran ekstrakurikuler hampir tidak banyak diikuti oleh siswa, hanya siswa-siswa tertentu yang menyukai pelajaran ekstrakurikuler tersebut yang mengikuti. Padahal matapelajaran kecakapan dan keterampilan ini merupakan bekal buat siswa untuk lebih mampu mandiri dalam menghadapi tantangan dunia kerja ke depan.
Nah, sobat Guru semuanya itulah beberepa perbedaan sistem pendidikan Finlandia dan Indonesia. Semoga bisa menjadi pelajaran untuk semuanya dalam mendidik para siswa. Terima kasih atas perhatiannya dan sampai bertemu kembali dengan info dari Infoguruterbaru yang lainnya.

0 komentar:
Posting Komentar